Metode yang penulis susun ini didasarkan atas pengalaman dalam mendampingi guru-guru dalam mengembangkan multimedia presentasi pembelajaran. Dari pengalaman sebelumnya, guru-guru pernah diber
ikan pelatihan menggunakan PowerPoint dan internet dengan maksud agar guru dapat mengembangkan dan berinovasi dalam pembelajarannya di kelas. Namun kenyataannya tindaklanjut tersebut jauh dari harapan. Penulis melihat kegagalan ini disebabkan karena pelatihan diberikan ”hanya demi pelatihan itu sendiri”. Artinya pelatihan tidak dipandang hanya sebagai suatu upaya untuk mewujudkan suatu tujuan yang lebih utama, yaitu guru mampu mengembangkan suatu multimedia pembelajaran.
Awal tahun pelajaran 2008/2009 ini penulis dipercaya sebuah SMA swasta di Yogyakarta untuk membantu peningkatan kompetensi guru dalam mengembangkan multimedia pembelajaran dengan biaya BOMS. Penulis kemudian merancang suatu metode pendampingan yang terpadu dengan target yang jelas, realistis dan terukur. Dari identifikasi awal diperoleh beberapa hal, di antaranya: telah tersedia fasilitas lab komputer dan internet meskipun cukup terbatas, kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer dan internet sangat bervariasi, cukup banyak guru yang berminat.
Kegitan direncanakan dalam kurun waktu 2 bulan. Secara umum tahap-tahap pendampingan ada 3 tahap, yaitu: orientasi dan pelatihan, penyusunan, penggunaan dan penyempurnaan. Target minimal yang harus dicapai adalah: ada 10 guru yang berhasil membuat multimedia, masing-masing minimal untuk 1 pertemuan. Untuk memotivasi guru akan diberikan insentif sejumlah uang. Setengah dari insentif diberikan saat mengumpulkan RPP dan multimedia pendukungnya setelah tahap pengembangan dan diskusi, setengahnya lagi setelah tahap penggunaan dan penyempurnaan.
Tahap-tahap di atas dilaksanakan sebagai berikut:
i. Orientasi dan Pelatihan
Tahap ini dilaksanakan dalam 2 hari, masing-masing 5 jam. Pada hari pertama, 2 jam pertama diisi dengan orientasi. Pada tahap orientasi diberikan penjelasan dan motivasi mengenai multimedia, demonstrasi cara-cara mencari komponen multimedia melalui internet dan penyusunannya. Guru memperhatikan dan mengajukan pertanyaan, tetapi guru tidak membuka komputer maupun internet. Pengalaman penulis menunjukkan jika penjelasan dengan langsung praktek, dikarenakan kemampuan guru dalam menggunakan komputer dan internet yang sangat bervariasi, biasanya pelatihan menjadi sulit dikendalikan, dan target sulit dipenuhi. Tiga jam berikutnya adalah guru mempraktekkan mencari komponen-komponen multimedia melalui internet, dengan handout yang telah penulis siapkan. Masing-masing guru harus mendapatkan komponen-komponen multimedia sesuai dengan topik pembelajaran yang akan disusun. Di sini pendamping (penulis) berkeliling , menjawab pertanyaan guru dan membantu guru yang mengalami kesulitan. Guru-guru yang sudah mempunyai kemampuan lebih juga akan membantu guru yang mengalami kesulitan. Dengan cara ini kesenjangan kemampuan guru cukup dapat teratasi. Sebagai motivasi untuk guru, masing-masing diberi flash disk untuk menyimpan hasil pencarian dari internet.
Pada hari kedua, 3 jam pertama diisi dengan praktek penyusunan multimedia dengan komponen-komponen yang telah diperoleh. Disediakan pula handout penyusunan dengan menggunakan PowerPoint. Pendamping berkeliling, demikian juga guru yang lebih trampil dapat membantu yang belum trampil. Target sesi ini adalah masing-masing guru sudah memiliki multimedia yang akan dikembangkan lebih lanjut. Dua jam berikutnya diisi dengan membuat e-mail dan webblog pribadi bagi guru. Di samping mengakomodasi keinginan guru yang sudah trampil dalam TIK, juga ke depan guru agar dapat mengkomunikasikan dan membagikan karya dan pengalaman di internet dan juga sebagai tahap awal menuju e-learning.
ii. Penyusunan dan Diskusi
Guru diberi waktu sekitar 3 minggu untuk menyusun mutimedia yang akan digunakan dalam pembelajaran di kelas. Agar target penyusunan jelas, guru diminta mengumpulkan hasilnya pada koordinator dan diberikan setengah dari insentif. Minggu keempat setelah pelatihan diadakan pertemuan guru-guru yang telah menyusun dan pendamping untuk menampilkan dan mendiskusikan hasil-hasil untuk mendapatkan masukkan penyempurnaan sebelum digunakan di kelas.
iii. Penggunaan dan Penyempurnaan
Awal bulan kedua guru mulai menggunakan multimedia yang telah disusun untuk pembelajaran di kelas. Rekan guru ikut mengamati dan mendokumentasikannya. Secara umum tanggapan siswa sangat positip, pembelajaran bervariasi, penjelasan guru lebih menarik. Di samping itu siswa senang dan bangga bahwa gurunya telah menggunakan TIK, gurunya telah memiliki blog sehingga siswa bisa mengakses materi pelajaran lewat internet. Di antara guru saling memberikan masukkan untuk penyempurnaan dan juga saling menyemangati.
5. Penutup
Dari uraian di atas dapat diperoleh beberapa kesimpulan berikut. Komponen-komponen mutimedia, yang meliputi teks, gambar, animasi, audio dan video, dapat diperoleh dari internet. Multimedia Presentasi Pembelajaran dapat disusun melalui program Microsoft PowerPoint. Melalui email dan webblog guru dapat mengkomunikasikan dan menyebarkan multimedia yang telah disusun.
Metode yang dirancang dan telah dilaksanakan di atas telah berhasil untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan multimedia pembelajaran. Disarankan metode tersebut dapat digunakan di sekolah-sekolah lain di Indonesia baik tingkat SD maupun SMP.
Daftar Pustaka
Aliminsyah. 2007. Kamus Komputer Lengkap. Bandung: Penerbit Guten Tecnosains.
Chandra K, Ian. 2003. Utility Audio/Video. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo.
Effendi, Empi dan Zhuang, Hartono. 2005. E-learning Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Gora S, Winastwan. 2005. Membuat CD Interaktif untuk Bahan Ajar E-Learning. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo.
Miarso, Yusufhadi. 2004 . Menyemai benih teknologi pendidikan. Jakarta: Pustekkom.Prokoso, Kukuh Setyo. 2005. Membangun E-Learning dengan Moodle. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Sadiman, Arif F. 2006. Media pendidikan: Pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.